Tampilkan postingan dengan label resensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resensi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Desember 2013

Resensi Novel Perahu Kertas Karya Dewi “Dee” Lestari


Resensi Novel Perahu Kertas Karya Dewi “Dee” Lestari


Judul Buku          : Perahu Kertas
Penulis                 : Dewi “Dee” Lestari
Tanggal Terbit    : Agustus 2009
Penerbit              : Bentang Pustaka
Tebal                     : 444 halaman
Sinopsis :
Kugy, Eko, dan Noni adalah tiga orang sahabat yang selalu kompak. Kugy merupakan seorang gadis yang suka berkhayal. Dia bercita-cita untuk menjadi seorang penulis dongeng, sebuah cita-cita yang mungkin oleh sebagian orang pada masa sekarang sudah dianggap hal yang aneh dan tidak cukup menghasilkan uang. Kugy juga menganggap dirinya agen Neptunus, dan selalu menulis surat dan melipatnya menjadi sebuah perahu kertas yang kemudian berlayar untuk disampaikannya pesan tersebut ke Neptunus. Eko dan Noni adalah sepasang kekasih sekaligus sahabat dari Kugy. Eko merupakan teman Kugy semenjak SMP dan Noni adalah sahabat Kugy dari kecil.
Kisah ini bermulai saat Kugy diterima untuk berkuliah di salah satu perguruan tinggi di Bandung, satu kampus dengan Eko dan Noni. Eko memiliki sepupu bernama Keenan yang juga berkuliah ditempat yang sama. Pertemuan Kugy dan Keenan terjadi saat Eko, Noni dan Kugy menjemput Keenan di stasiun Bandung. Keenan merupakan seorang pelukis yang muda yang berbakat, namun ayahnya tidak menyetujui Keenan menjadi seorang pelukis. Pertemuan tersebut menjadi awal kisah cinta Kugy dan Keenan, kisah cinta yang begitu rumit untuk diungkapkan.
Kugy, Keenan, Eko, dan Noni menjadi bersahabat dan salalu mengisi waktu bersama. Kugy dan Keenan menjadi begitu dekat, sering bertemu dan saling menyukai dan mengagumi satu sama lain. Keenan kagum dengan keinginan Kugy untuk menjadi penulis cerita dongeng. Begitu-pun dengan Kugy yang kagum dengan lukisan Keenan. Keenan dengan antusias membaca dongeng dari Kugy. Satu kelemahan Kugy dalam cita-citanya adalah, dia tidak bisa menggambarkan tokoh dari dongengnya.  Hingga Keenan terinspirasi membuatkan gambar dari cerita dongeng Kugy. Keduanya saling kagum hingga timbul persaan cinta yang begitu dalam.
Saat hubungan keduanya semakin dekat, konflik muncul diantara kisah mereka. Eko dan Noni berencana menjodohkan Keenan dengan sepupu Noni, Wanda. Wanda merupakan gadis cantik anak pemilik sebuah galeri terkenal di Jakarta. Hal itu membuat Kugy merasa hancur dan sakit hati, melihat Keenan dan Wanda yang setiap harinya semakin dekat. Kugy menutupi perasaannya dengan menjauh dari Keenan, Eko dan Noni. Membuat hubungan persahabatan mereka menjadi retak. Puncaknya, Kugy tidak hadir dalam acara ulang tahun Noni yang membuat keduanya saling berdiam diri ketika bertemu, dan tidak saling menyapa.
Kugy memutuskan untuk menyelesaikan kuliahnya lebih cepat untuk melupakan segala kenangan dan persahabatnnya walaupun itu membuatnya sakit. Sedangkan Keenan yang putus asa atas sikap Wanda memutuskan untuk meninggalkan Bandung dan pergi ke Bali. Di Bali, Keenan tinggal bersama Pak Wayan, teman Ibunya yang sudah dianggap seperti keluarganya sendiri. Butuh waktu lama untuk Keenan kembali melukis. Dalam pikirannya hanya ada Kugy dan beserta kisah dongengnya yang selalu menjadi inspirasi baginya untuk melukis.
Keenan akhirnya memberanikan diri untuk kembali melukis, karena adanya Luhde, keponakkan Bapak Wayan. Luhde begitu terinspirasi dengan Kugy membuat Keenan melabuhkan hatinya untuk Luhde. Disisi lain, Kugy yang sudah menyelesaikan kuliahnya menjalin hubungan dengan remi, bos dari Kugy. Remi juga merupakan pengagum lukisan Keenan, dan menjadi pembeli pertama lukisan Keenan.
Kugy tidak mengetahui bahwa Remi mengenal Keenan. Keenan tidak mengetahui bahwa pacar sekaligus calon istri Remi adalah Kugy. Hingga pada suatu saat hati mereka saling memilih, dan Remi memutuskan untuk membatalkan lamaran pernikahannya dengan Kugy. Luhde pun memutuskan untuk merelakan dan meninggalkan Keenan. Secara tidak sengaja Keenan dan Kugy bertemu disuatu tempat dan menjadi akhir petualangan cinta agen Neptunus.
Kesimpulan :
Kisah yang diceritakan dalam novel ini penuh dengan konflik batin, sulit untuk melepaskan perasaan yang sudah tertanam begitu dalam di hati seseorang. Rumit, dan banyak kejadian yang seharusnya mudah untuk diselesaikan namun karena ego masing-masing pihak.
Novel ini juga mengajarkan bahwa kita harus yakin dengan apa yang kita lakukan. Hobi adalah pekerjaan paling menyenangkan. Menjadi diri sendiri, bebas dan berkarya apapun hasilnya, namun kepuasan batin dan menyenangkan orang banyak dengan hasil karya pribadi yang mencerminkan diri sendiri adalah makna kehidupan dan hasil yang berharga dan tak ternilai dengan materi. Novel ini juga mengajarkan arti persahabatan. Bahwa sesungguhnya sahabat walaupun dalam masa sulit sekalipun, tak akan bisa melihat sahabatnya terluka.
Penulis “Dee” mampu menceritakan detail setiap tokoh dalam novel ini, sehingga dapat membuat pembaca terjun dalam kehidupan masing-masing tokoh. Membawa pembaca untuk bisa menikmati setiap jalan cerita, dan membawa pembaca untuk membaca setiap halamannya, setiap lembarnya dengan begitu antusias. Dia juga mampu mentransformasikan pendewasaan dalam setiap tokoh di novel ini. Pendewasaan yang sudah sewajarnya timbul dari seorang remaja menjadi pribadi yang lebih dewasa dan menghargai arti  kehidupan, persahabatan, dan cinta.

Minggu, 01 Desember 2013

Resensi roman Salah Pilih


TUGAS : Bahasa Indonesia

 Resensi Salah Pilih   

OLEH

NADYA DEVEGA
KELAS : XI IPA 1

SMA ADABIAH 1 PADANG
2013 - 2014

Resensi
Jodoh Pasti Bertemu
Judul Buku                  : Salah Pilih
Pengarang                   : Nur Sutan Iskandar
Penerbit                       :Balai Pustaka
Tahun Terbit                : 2011
Cetakan                       : 31
Tebal Buku                  : 266 Halaman
Harga                          : Rp.57.000
            Di sebuah daerah bernama sungai  batang, Maninjau. Seorang anak perempuan bernama Asnah yang merupakan anak angkat ibu Mariati. Asnah memiliki sifat yang baik yang terkadang orang-orang desa senang bergaul dengannya. Dan suka berbakti kepada ibu Mariati, selain Asnah ibu Mariati juga mempunyai seorang anak laki-laki yang tampan bernama Asri. Asri yang pada saat itu sedang bersekolah di luar negri, disuruh ibunya cepat pulang ke kampong.
            Ibu Mariati Asri cepat menyuruh Asri menikah dengan putri Bangsawan Saniah. Asri menikah dengan Saniah yang rumah tangga mereka jauh dari kebahagiaan. Pada suatu ketika Saniah tewas dalam kecelakaan. Ibu Mariati sempat berpesan kepada Asri. Yang akhirnya ibu Mariati meninggal karna sakitnya yang bertambah parah dan tidak ada terselamatkan lagi.
            Asnah yang sejak dulu memendam rasa cinta dan kasih saying yang lebih kepada Asri, akhirnya Asri pun membalasnya walaupun adat menentang mereka kawin. Kenapa adat menentang Asri dan Asnah menikah? Bagaimana akhir dari kehidupan Asri dan Asnah?
Di dalam novel salah pilih, gaya bahasa adalah salah satu unsur yang paling menonjol di dalam unsure-unsur yang ada di dalam novel ini. Gaya bahasa di cerita ini di bilang membingungkan, karena menuliskan cerita ini dengan bahasa yang tidak terlalu di kenal orang-orang zaman sekarang novel ini di tulis pada zaman dulu yang ada di beberapa bahasa belanda di dalamnya. Gaya bahasa yang kata-katanya tidak berasa penulisannya dan sukar dipahami. Juga terdapat arti tentang Budaya Padang dan latar belakang di jaman dahulu.
Penulis menuliskan cerita dengan alur yang bisa di bilang cepat. Pada novel ini, cerita di tulis langsung ke pokok-pokok cerita. Sehingga cerita lebih mudah di pahami, walaupun bahasanya sukar dimengerti. Kejadian-kejadian di dalam cerita ini di susun dengan sangat teratur, karena si penulis memisahkan bagian-bagian dalam bentuk bab-bab dengan bertahap. Ia menceritakan dari mulanya bagaimana Asri baru pulang ke desanya, lalu keinginan ibunya agar Asri bisa lekas menikah dan cara-cara ia meminang si perempuan sampai keperkawinan dituliskan dengan detil. Secara garis besar, walaupun pembahasannya di dalam cerita ini agak sulit di mengerti, tetapi alur ceritanya sangat mendukung dan menarik.