Tampilkan postingan dengan label kata-kata mutiara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kata-kata mutiara. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Desember 2013

Wanita Itu . . . . .




Wanita itu bukan lemah…
Tapi kebanyakan wanita lebih mengikuti perasaan dibandingkan logikanya sendiri

Wanita itu bukan bodoh…
Karena kebanyakan wanita berpikir bertahan pada satu pria itu jauh lebih membuatnya bahagia meskipun telah berkali-kali menyakitinya

Wanita itu bukan tukang tuduh, bukan juga egois…
Karena wanita hanya tidak ingin pria yang dicintainya itu pergi meninggalkannya

Wanita bukannya mudah mengumbar air mata…
Namun memang air mata itu sendirilah yang mewakilkan bagaimana perasaannya pada saat itu

Para pria harus mengingat bahwa,
Wanita itu sangat mudah tersentuh, sangat mudah peka dengan perubahan yang terjadi.
Banyak wanita yang takut untuk memulai suatu hubungan, salah satunya karena takut disakiti lagi

Kebanyakan wanita tidak menuntut apa-apa dari seorang pria…
Wanita hanya ingin pria itu setia pada satu wanita
Wanita hanya menginginkan kejujuran
Dan yang paling terpenting adalah wanita mana yang bersedia untuk dikhianati?

Dan masalahnya pada saat ini adalah :
sangat sulit untuk menemukan pria seperti itu pada zaman sekarang.

Wanita bukannya pendendam…
Tapi wanita hanya ingin pria itu merasakan betapa sakitnya jika diperlakukan sama seperti wanita tersebut, tujuannya hanya satu yaitu agar pria itu tidak mengulangi kesalahan seperti itu lagi di waktu yang akan mendatang

Wanita bisa berbuat begitu, karena pria yang berbuat begitu terlebih dahulu

Para lelaki, tolong hargailah perasaan wanita yang mencintaimu
Hargailah bagaimana ia menyayangimu, mencintaimu dengan setulus hati
Wanita tidak mengharapkan imbalan apa-apa, tetapi wanita hanya ingin rasa sayang yang tulus ia berikan dibalas juga dengan hal yang sama
Wanita hanya ingin pria yang setia. Hanya itu saja

Ketahuilah, bila wanita sudah sangat menyayangi satu pria, mati-matian ia akan membela pria tersebut, menyayanginya walaupun pria itu sudah berkali-kali menyakitinya, dan yang paling terpenting adalah
wanita tidak akan menanggapi pria lain yang mendekatinya
Begitulah wanita

Sementara pria?
Mungkin satu saja tidak cukup bagi mereka. Datang dan pergi sesuka hati. Datang dan pergi dengan meninggalkan luka yang amat dalam atau memberikan kebahagiaan yang tak terduga
Entah apa yang ada dibenak para pria
Apa dengan memiliki banyak wanita menimbulkan suatu kesenangan tersendiri bagi mereka?
Apa mereka sama sekali tidak memikirkan perasaan wanita yang disakitinya?

Banyak wanita yang tertekan perasaan lahir dan bathin jika dikhianati atau bermasalah dengan orang yang sangat dicintainya. Tetapi ingat, wanita bisa sampai seperti itu bukan karena ia bodoh. Wanita hanya dikendalikan oleh perasaannya. Perasaan shock yang teramat berat yang kadang tidak bisa dikendalikan oleh dirinya sendiri. Perasaan yang menuntut seorang wanita untuk melakukan hal-hal yang mungkin tidak berguna.

Sementara pria?
Dengan mudahnya mereka mendekati wanita lain setelah ditinggalkan oleh wanitanya tersebut.
Tapi ketahuilah seorang wanita meninggalkanmu pasti karena suatu alasan yang kuat.

Perasaan wanita itu sangat istimewa
Jangan sakiti wanita, karena itu sama aja menyakiti ibu atau saudara perempuanmu sendiri
Karena ibumu juga seorang wanita
Yang memiliki perasaan yang sama dengan wanita-wanita lainnya
Tolong…
Hargailah perasaan wanita :)

Ketika Aku Sudah Tua.......

Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula.
Mengertilah, bersabarlah sedikit terhadap aku...
Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu,
ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.

Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah
bosan kau dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku.
Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang telah
beribu-ribu kali kuceritakan agar kau tidur.

Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, jangan marah padaku.
Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara untuk membujukmu
mandi?
Ketika aku tak paham sedikitpun tentang tehnologi dan hal-hal baru,
jangan mengejekku.
Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap pertanyaan "Mengapa??"
darimu.

Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk
memapahku.
Seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan waktu masih kecil.

Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita, berilah aku waktu untuk mengingat.
Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau
di samping mendengarkan, aku sudah sangat puas.

Ketika kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka.
Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu ketika kamu
mulai belajar menjalani kehidupan.
Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini,
sekarang temani aku menjalankan sisa hidupku.

Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan senyum penuh
rasa syukur, dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhingga
untukmu.

Pesan:
Hormati Ayah dan Ibumu sebelum mereka meninggalkanmu dengan kedukaan yang mendalam

Jumat, 29 November 2013

Perjuangan Sahabat


Kau ada dikala ku suka dan duka
setiap tangisan dan juga ketawa
Kau ada dikala ku perlu dengan setia menemaniku
Pegang erat tanganku bila aku jatuh

Kau lah yang selalu menemaniku
Mendengar kisah pahit manis hidup ku
Kau lah yang di situ setia menunggu ku
Kau lah yang satu menjadi sahabatku

Ku tahu aku kan selalu ada pada dirimu
Dan ku harap kau juga rasa begitu
hanya ku tahu kau seperti bintang dimalam yang bersinar
sinar cahaya dunia sejagad raya menyaksikan keindahanmu

Tiada yang lebih indah daripada kasih seorang sahabat
kau lah yang selalu menaruh kasih di setiap waktu 
dan kau lah yang selalu ada dalam setiap kesukaran.
semua perlakuan hanyalah sahabat sejati...

wahai sahabatku ...
ingat kita mempunyai pertemuan ibarat membuka pintu
dan kita mempunyai perpisahan ibarat berlian cahaya
hanya sahabat yang mengisi malamnya jagad raya

Sahabatku